Sponsors Link

4 Sarana Penularan Hiv Aids yang Harus Dihindari

Sponsors Link

Ada yang mengatakan, kalau hiv menular melalui bekas toilet, keringat bahkan gigitan nyamuk. Padahal, ini hanya mitos belaka. Karena faktanya, sarana penularan hiv aids atau cara penyebaran aids memang ditularkan melalui cairan. Terkhusus cairan sperma dan darah. Lain dari pada itu, masih butuh kajian yang mendalam.

ads

Atas dasar itu, yang perlu diwaspadai adalah aktivitas seksual yang menyimpang. Seperti oral seks, lesbian, homo seks hingga seks dengan gonta-ganti pasangan. Karena inilah sarana penularan hiv yang paling potensional.

Untuk lebih jelasnya, silakan pelajari list berikut. Isinya seputar sarana penularan gejala hiv lanjutan yang harus dijauhi. Tentunya, jika Anda ingin selamat dari aids. Penyakit yang hingga saat ini, masih belum ditemukan obatnya.

1. Hubungan Seks

Menurut medis, sarana penularan utama penyakit aids adalah hubungan seksual. Tentunya yang tidak didasari oleh kesehatan dan hati nurani. Contohnya ialah seks incest, hiper seks hingga melakukan hubungan seks di luar nikah.

Maka dari itu, untuk meminimalisir terjadinya gangguan, lebih baik, bercinta yang steril dengan menggunakan kondom. Sebisa mungkin tinggalkanlah pula zina. Karena perzinahan justru memunculkan azab yang berupa penyakit tanpa obat hiv tradisonal yaitu aids.

Jika penyakit imunitas ini terjadi dan sudah muncul tanda penderita hiv, kehidupan sudah tidak ada artinya. Bahkan, kondisi masih bernyawa, tetapi oleh dokter sudah dianggap wafat. Ini akibat aids yang memang penyakit super berbahaya. Bahkan, kita selalu berdoa agar tidak mengalaminya di seumur hidup kita.

2. Penggunaan Jarum Suntik

Sarana penularan aids selanjutnya ialah jarum suntik penyebab hiv pada bayi. Maka dari itu, berhati-hatilah dengan benda ini. Baik yang digunakan saat mencacah tato maupun untuk para pecandu narkoba.

Penyebaran aids penyebab penyakit sifilis terjadi, jika jarum suntik digunakan secara bergantian. Karena pastinya, darah si pemakai pertama akan menempel pada jarum. Jika darah tersebut positif hiv, lalu anda menggunakannya, tentu darah tersebut akan berpindah. Itu artinya hiv juga berpindah.

Maka dari itu, berhati-hatilah dengan benda ini. Begitu juga ketika memeriksakan diri ke dokter. Pastikan kalau alat suntik yang digunakan terbaru dan steril. Jika tidak, justru medis yang seharusnya menyehatkan, malah menjadi sarana penularan virus.

3. Air Susu Ibu

Ibu mengandung juga beresiko mengalami hiv. Maka dari itu, rajin-rajinlah memeriksakan darah ke dokter dan makan makanan untuk meningkatkan cd4. Karena jika positif aids, maka bayi dalam janinnya juga bisa mengalami. Bahkan ketika menyusui sekalipun, ASI yang keluar bisa menjadi sarana penularan aids.

Jika pemeriksaan dilakukan dengan rutin, terutama ketika kehamilan masih muda, tentu tindakan penanganan lebih ringkas jika ibu terbukti hiv. Bahkan, penyakit tidak akan sampai menular pada janin sang ibu.

Sponsors Link

Normalnya memang demikian. Ketika ibu memeriksakan kandungan, dokter akan melakukan cek darahnya. Tujuannya memang untuk mengetahui, apakah sang ibu terinfeksi atau tidak. Jadi, jangan lupakan hal ini ya Bunda, jika ingin bayinya selamat terbebas dari hiv aids.

4. Transfusi Darah

Sarana penularan hiv aids yang kelima adalah transfusi darah. Ini juga merupakan penyebab yang paling sering terjadi selain efek samping obat arv. Terkadang, orang melakukan donor darah tidak memperhitungkan kesehatan si pendonor. Bahkan tes darah pun tidak dilakukannya.

Sponsors Link

Risikonya ialah, jika pendonor positif hiv, maka darah yang diambil akan masuk ke tubuh penerima donor. Itu artinya, penyakit aids juga berpindah ke sana. Maka dari itu, hati-hati ketika melakukan transfusi darah dan perbanyak makan buah untuk meningkatkan cd4. Pastikan sudah melalui uji kelayakan yang sudah ada di rumah sakit di Indonesia.

Ini juga berlaku untuk transfusi organ tubuh. Seperti ginjal dan hati. Tentu proses transfusinya menggunakan darah. Resikonya tetap sama. Jika proses tidak steril, dan darah positif aids, maka pasien juga terkena imbasnya.

Hingga saat ini, penyakit aids masih belum bisa disembuhkan. Obatnya juga belum ditemukan. Yang bisa dilakukan medis adalah meringankan gejala. Termasuk membuat pasien hidup lebih lama.

Maka dari itu, hindari sarana penularan hiv aids yang sudah dijelaskan di atas dengan makan makanan pencegah hiv. Pastikan selalu hidup sehat dan menghindari hubungan seksual yang dilarang agama dan negara. Itu lebih aman untuk anda yang ingin selamat dari aids. Jika pun tidak bisa menahan diri, maka menikah itu jalan terbaik. Tentunya dengan mencari pasangan yang baik dan sudah melewati tes darah tentunya.

, , , ,
Post Date: Wednesday 16th, October 2019 / 04:06 Oleh :
Kategori : Info HIV AIDS