Sponsors Link

7 Penyebab AIDS pada Anak yang Harus Dihindari

Sponsors Link

AIDS dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Penyakit ini disebabkan oleh virus HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh. serangan virus HIV AIDS dapa menimbulkan serangkaian serangan penyakit lainnya karena sistem kekebalan tubuh menurun secara drastis.

ads

Berapa lama masa infeksi HIV belum dapat diketahui secara pasti pada orang dewasa. Akan tetapi pada anak-anak dapat dicurigai secara pasti sejak kelahirannya. Sehingga mereka perlu terapi khusus untuk menjaga virus HIV di dalam tubuh anak tetap tidak aktif.

Berikut beberapa penyebab AIDS pada anak yang sebaiknya disadari oleh semua pihak.

1. Ditularkan oleh Ibu Hamil ke Anak

HIV AIDS pada anak dapat terjadi karena terjadi transmisi virus dari ibu hamil ke janin selama di dalam kandungan. Selain itu, kecenderungan tertinggi dalam cara penularan HIV AIDS dari ibu ke anak ialah pada saat ibu menjalani persalinan. Risiko tertinggi terjadi janin masih di dalam kandungan, virus dapat menyebar melalui darah dan plasenta, sehingga ibu hamil yang positif HIV harus menjalani terapi obat HIV dengan mengonsumsi ARV.

2. Anak Mendapatkan ASI dari Ibu Positif HIV

Penyebab AIDS pada anak bisa terjadi karena karena ketika anak lahir dia mendapatkan ASI yang terproduksi oleh ibu dengan positif HIV. Virus HIV juga bisa terdapat di dalam kelenjar susu ibu, sehingga banyak ibu hamil yang positif HIV kemudian melahirkan dengan selamat disarankan untuk mendapatkan ibu susu atau mengganti susu dengan susu formula. Anak-anak yang baru lahir dari ibu yang positif HIV juga harus menjalani check up untuk memastikan keadaan virus HIV di dalam tubuhnya.

Cara merawat anak penderita HIV AIDS yang baru lahir akan menguras emosi sang ibu, karenanya sangat disarankan untuk menjaga gaya hidup sehat setiap saat sejak masih belia hingga tua supaya tidak menularkan penyakit berbahaya pada anak-anak di masa depan.

3. Transfusi Darah

Penyebab AIDS pada anak berikutnya ialah anak mendapatkan virus HIV dari kegiatan transfusi darah. Orang tua mungkin negatif dari HIV AIDS, namun pada suatu kecelakaan penularan itu terjadi tanpa disadari oleh berbagai pihak lewat transfusi darah yang diterima oleh anak.

Kasus ini memang jarang terjadi karena transfusi darah yang melalui rumah sakit seharusnya melalui proses penyaringan yang ketat. Akan tetapi, jika ada kondisi khusus yang memaksa anak menerima transfusi darah tanpa adanya penyaringan terhadap darah yang diterima, ini tidak bisa menjadi jaminan bahwa darah yang diterima adalah darah yang bersih sampai anak menunjukkan gejala awal terinfeksi HIV.

4. Berganti-ganti pasangan atau seks bebas

Transmisi seksual pada anak bisa menjadi penyebab AIDS pada anak ketika anak-anak sudah aktif secara sesksual di usianya. Anak-anak yang memiliki rasa penasaran tinggi dengan seks dan memiliki gaya hidup bebas dapat terperangkap pada kemungkinan tertular penyakit berbahaya seperti penyakit kelamin dan AIDS.

Pada intinya kegiatan seksual yang dilakukan anak-anak tanpa menggunakan pengaman ditambah dengan seks bebas dapat meningkatkan faktor risiko HIV AIDS pada anak.

Sponsors Link

5. Seks Tanpa Kondom dengan Seseorang yang positif HIV

Cara menghindari penyakit HIV AIDS adalah dengan tidak melakukan seks dengan seseorang yang positif HIV. Apalagi dengan tanpa pengaman. Sayangnya anak-anak yang mulai penasaran dengan seks bisa jadi tidak bersikap hati-hati dan melakukan seks bebas tanpa pengaman.

Tidak semua anak juga bersikap jujur untuk menyampaikan pada partnernya bahwa dia telah terinfeksi HIV, sehingga terjadi transmisi virus HIV melalui sperma atau cairan vagina. Oleh karenanya, sebagai orang tua, anda harus menghindarkan anak dari penyebab AIDS pada anak ini dengan memberikan edukasi yang cukup luas mengenai seks dan risiko HIV AIDS.

6. Seks Anal Atau Oral

Rasa penasaran anak kadang membuat mereka melakukan praktik yang berbahya seperti seks anal dan oral. Hal ini mungkin terdengar mustahil dilakukan anak-anak, namun siapa yang bisa menjamin pergaulan anak ketika di luar rumah. Karena itu, sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan pada anak mengenai cara menghindari HIV,  dan apa saja penyebabnya.

Sponsors Link

Seks anal dan oral jelas dapat meningkatkan risiko penularan HIV AIDS karena virus HIV dapat tinggal di cairan vagina dan sperma, juga di cairan pra ejakulasi. Bila semua itu masuk berasal dari seseorang yang terinfeksi HIV ADIS kemudian masuk ke dalam tubuh partner seks, sang partner bisa tertular HIV AIDS.

7. Anak Melakukan Tindik atau Tato

Kita semua menyadari tidak semua anak lahir dan dibesarkan di lingkungan yang baik. Banyak anak-anak tumbuh di lingkungan yang sangat keras dan bebas, bahkan di lingkungan di mana menindik, menato tubuh, dan melakukan seks bebas atau mengonsumsi narkoba adalah hal yang wajar. Padahal semua itu meningkatkan resiko penyebab AIDS pada anak.

Mendindik dan menato tubuh di tempat yang kurang steril bisa meningkatkan risiko terserang virus HIV AIDS karena penato tidak tahu bahwa mungkin jarumnya pernah digunakan untuk menindik orang yang terinfeksi HIV AIDS.

Menghindarkan anak dari lingkungan yang berbahaya seperti itu merupakan cara mencegah HIV pada anak yang harus dipraktikkan orang tua sepanjang waktu. Demikian pemaparan tentang penyebab AIDS pada anak yang harus diwaspadai semua orang.

, , ,
Post Date: Friday 30th, November 2018 / 03:42 Oleh :
Kategori : Pra AIDS