Sponsors Link

8 Penanggulangan Hiv Aids Pada Remaja yang Perlu Dilakukan

Sponsors Link

Sosialisasi penanggulangan hiv aids pada remaja dan cara penyebaran aids harus terus digalakkan. Apalagi di saat ini, ketika jaman sudah bebas akibat masuknya teknologi internet.

ads

Sekalipun hiv menyerang segala umur, pasien yang terbanyak adalah remaja yang masih berusia SMA. Hal ini dikarenakan tingkat pendidikan yang rendah, lingkungan yang buruk serta kurangnya pengetahuan agama.

Maka dari itu, pengendalian penyakit ini tidak semata urusan orang tua. Tokoh masyarakat dan pemerintah juga wajib ikut andil di dalamnya.

Cara Penanggulangan Hiv Aids Remaja

Sebagai orang tua, anak harus dididik dengan baik soal penyakit ini. Karena jika sudah memasuki usia remaja, informasi yang salah bisa ia dapatkan dari luar rumah. Maka dari itu, sebelum remaja Anda mengalami hiv, berikut cara pencegahan hiv aids pada remaja yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Informasikan Bahaya HIV

Jika kebetulan anak sedang menonton berita di TV tentang penyakit hiv dan gejala hiv lanjutan, itu kesempatan bagi orang tua untuk menjelaskan sesuai umurnya. Caranya adalah minta pendapatnya tentang hal tersebut, lalu jelaskan bahayanya.

Dalam tahap ini, pengetahuan orang tua tentang hiv juga harus banyak. Kalau perlu, baca buku-buku terkait atau mencari informasi di internet. Pasalnya, jika penjelasan garing dan tidak jelas, justru remaja Anda akan kebingungan dan tidak bisa mencernanya.

2. Buat Remaja Takut dengan Hiv

Cara selanjutnya adalah jangan kenalkan anak dengan nikmatnya aktivitas yang bisa menyebabkan aids. Tetapi informasikan bahaya yang muncul di dalamnya. Sehingga anak memiliki rasa takut untuk melakukan hal tersebut.

Yang tak kalah pentingnya adalah pastikan mereka menjauhi hubungan seksual sebelum menikah. Jangan menjelaskan “nikmat” dari hubungan intim tersebut, tetapi informasikan yang dialami remaja jika aids sudah muncul.

3. Perkenalkan Remaja Dengan Penularan Hiv

Remaja terjerumus kehidupan buruk hingga terancam hiv semata karena ketidaktahuan pada cara penularan penyakit. Makanya mereka berani melakukan aktivitas-aktivitas tersebut. Atas dasar itu, memberikan informasi seputar penularan Aids perlu juga dilakukan.

Kalau perlu didik anak secara khusus dengan mengundang medis atau psikiater untuk memberikan shock terapi pada remaja. Sehingga ia menjauhi perbuatan yang mengarah pada infeksi dan selalu rutin mengkonsumsi buah untuk meningkatkan cd4.

4. Jauhi Lingkungan yang Buruk

Menjauhi lingkungan sekitar yang tidak baik adalah cara penanggulangan hiv aids pada remaja yang harus dilakukan. Bahkan, kalau perlu ikuti terus kemana dia pergi, beraktivitas dan siapa teman-teman akrabnya yang berpotensi memicu ciri-ciri aids pada wanita.

Melakukan tindakan tegas untuk lingkungan semacam ini memang perlu. Karena efeknya bagi mental remaja sangat besar. Tidak dipungkiri, kondisi inilah yang membuat pasien aids tiap tahun bertambah.

Terlepas dari tindakan preventif di atas, remaja juga harus diarahkan pada lingkungan yang lebih baik. Artinya, mereka tidak dikungkung harus di rumah setiap saat. Karena mereka juga perlu refreshing untuk mendapatkan pengalaman baru yang positif.

Sponsors Link

5. Menghindari Cairan Orang

Hiv terkadang ditularkan oleh penyebab gejala aids pada anak yaitu cairan yang keluar dari tubuh penderita. Maka dari itu, remaja harus diintruksikan untuk berhati-hati ketika berinteraksi dengan orang lain. Termasuk tidak menyentuh cairan yang keluar darinya.

Cairan yang dimaksud bisa ludah, liur, ingus, darah atau sperma. Jika pun tersentuh, segera lakukan tes medis setelah sebelumnya sudah dibersihkan dengan air dan pembersih khusus anti bakteri.

Yang tak kalah penting pada tahap ini, jangan masukkan ke pikiran remaja kalau orang dengan hiv wajib dimusuhi. Tetapi justru diajak berkomunikasi dengan baik supaya keberadaannya tetap diakui.

Justru sikap antipati kepada penderita aids bisa menimbulkan kecurigaan dan kecemburuan sosial. Bukan tidak mungkin, dia akan melakukan hal buruk kepada kawannya karena hal tersebut.

6. Berhati-hati dengan Jarum Suntik

Remaja yang ingin terhindar dari penyebab utama penularan hiv, harus berpola hidup sehat. Termasuk tidak asal menggunakan jarum suntik. Peran orang tua juga penting. Utamanya ketika akan membawa anak ke dokter yang tidak begitu menjaga kebersihan peralatannya.

Sponsors Link

Jika mendapatkan kasus semacam ini, lebih baik tolak dan mencari dokter yang lebih steril. Ini juga untuk kesehatan remaja yang terbilang rentan diserang aids.

7. Jauhi Narkoba

Penyalahgunaan obat terlarang atau narkoba sudah semakin marak. Bahkan korban yang disasar tidak hanya orang dewasa melainkan remaja yang masih di bawah umur. Padahal benda ini bisa memicu hiv.

Maka dari itu, untuk menanggulangi hiv dan penyebab penyakit sifilis, hendaknya sosialisasi anti narkoba ditingkatkan. Para pengedarnya pun perlu dihukum super berat. Jika tidak, remaja akan menjadi korban. Masa depan hancur karena aids yang mematikan.

8. Remaja Hamil, Segera Cek Darah

Siapa pun tidak ingin memiliki keluarga hamil di luar nikah. Tetapi jika itu sudah kadung terjadi, lebih baik cek darah untuk mengetahui apakah ada gejala penyebab hiv pada remaja atau tidak.

Karena jika terlambat, bisa jadi janin yang dikandung juga mengalami aids. Risikonya adalah penularan bisa merambat pada anggota keluarga yang lain.

Begitu penanggulangan hiv aids pada remaja sesuai tujuan pencegahan hiv pemerintah yang harus dilakukan oleh orang tua dan masyarakat lainnya, termasuk pemerintah. Dengannya, baru kita bisa bermimpi, Indonesia bebas Aids.

, , , , ,
Post Date: Wednesday 02nd, October 2019 / 10:12 Oleh :
Kategori : Info HIV AIDS