Sponsors Link

Tes Hiv dan Pemeriksaan Penunjang HIV yang Wajib Kalian Coba

Sponsors Link

Apa Itu Tes dan Pemeriksaan HIV?

Tes hiv adalah cara menghilangkan hiv yang merupakan serangkaian uji deteksi adanya infeksi virus hiv di tubuh. Fungsinya ialah supaya penyakit tidak menyebar dan tidak menular ke orang lain. Maka dari itu, biar uji maksimal, dibutuhkan pemeriksaan penunjang hiv yang lebih lengkap.

ads

Sejatinya, ada dua teknik uji hiv. Yang pertama adalah melakukan pemeriksaan antibodi di dalam imun. Sedangkan teknik yang kedua adalah mencermati posisi virus di dalam tubuh.

Tes HIV penting untuk dilakukan selain suplemen yang dapat meningkatkan cd4. Karena di dalamnya terdapat prosedur deteksi darah termasuk jenis darah ketika terjadi donor. Dengannya, orang yang mendapatkan donor darah tidak menerima darah yang sudah terinveksi.

Waktu Terbaik Melakukan Tes HIV

Tes hiv maupun pemeriksaan penunjang hiv hendaknya dilakukan secara rutin. Minimal dari usia 15 tahun hingga 64 tahun. Karena di umur tersebut, peluang mengalami hiv sangat besar.

Selain itu, tes hiv dilakukan pada kondisi tertentu. Berikut list yang lebih jelas, yaitu:

  1. Memiliki gejala HIV atau terdiagnosis dengan gangguan kesehatan tertentu
  2. Sering melakukan hubungan seksual tanpa kondom
  3. Berhubungan seks sesama jenis
  4. Berbagi alat suntik
  5. Wanita hamil atau menyusui

Untuk orang dengan kondisi di atas, diharap memeriksakan darahnya satu tahun sekali. Jika positif hiv, pemeriksaan ditingkatkan hingga 6 minggu sekali untuk mencegah efek samping ARV pada ibu hamil.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Tes HIV

Melakukan tes hiv tidak boleh sembarangan. Pasalnya, ada efek samping tertentu, jika caranya salah. Maka dari itu, yang perlu diperhatikan oleh pasien sebelum periksa hiv adalah hal berikut, yaitu:

  1. Memiliki gangguan penyakit autoimun atau sifilis
  2. Sedang mengkonsumsi obat kortikosteroid
  3. Masa jendela, yaitu periode antibodi HIV belum terbentuk
  4. Sedang minum minuman beralkohol

Peringatan di atas harus diketahui sebelum uji hiv dengan vct dilakukan. Karena efeknya bisa merusak hasil pengujian. Bisa jadi, pasien yang positif malah ketika diuji hasilnya menjadi negatif.

Begini Prosedur Tes HIV

Tes hiv maupun pemeriksaan penunjang hiv memiliki prosedur tertentu. Termasuk tata laksana urutan pengambilan sampel darah. Ini dia prosedur tersebut, yaitu:

  1. Lengan atas pasien diikat dengan tali elastis
  2. Kulit yang akan disuntik dibersihkan dengan alkohol
  3. Dokter menusukkan jarum ke vena dan memasang tabung pada ujung lain
  4. Setelah darah yang diambil cukup, dokter melepaskan tali
  5. Kain kasa beralkohol digunakan untuk menekan suntikan
    Sponsors Link

Ketika pasien sudah diambil darahnya dengan cst, tindakan uji lanjutan pun dilakukan. Yaitu membawa darah tersebut ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan mendetail.

Selanjutnya, pasien menunggu maksimal 6 minggu tergantung jenis metode yang digunakan. Jika pemeriksaan dengan teknik western Blot dan tips pengobatan AIDS pada anak, paling lama menunggu hanya 2 minggu saja.

Tindakan Pasca Hasil Tes Negatif

Jika hasil tes darah menunjukkan pasien negatif, biasanya dokter memberi jeda waktu sebelum dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan jenis obat ARV yang lain. Karena bisa jadi, di kala itu, kondisi virus sedang memasuki masa inkubasi.

Biasanya, tes lanjutan dilakukan minimal 3 bulan dari tes pertama. Pada sebagian kasus, jika ternyata hasilnya tetap negatif, maka tes lanjutan tersebut dianggap sebagai tindakan pencegahan.

Bentuk keputusan dokter adalah memaklumatkan kalau pasien bersih dari hiv. Namun, tidak tertutup kemungkinan, pasien diharuskan memeriksakan diri dengan teratur untuk beberapa waktu.

Tindakan Pasca Hasil Tes Positif

Jika ternyata pasca pemeriksaan pasien positif terinfeksi dan ada reaksi obat ARV, dokter akan urun rembuk untuk melakukan tindakan lanjutan. Baik yang berupa terapi maupun metode pengobatan hiv yang lain.

Sponsors Link

Berikut ini prosedur tindakan lanjutan pasca pasien positif hiv. Di dalamnya kadang juga disertakan tindakan pemeriksaan penunjang hiv, yaitu:

  1. Berdiskusi dengan penderita HIV
  2. Mengonsumsi obat antiretroviral
  3. Menjalani pemeriksaan lanjutan
  4. Menggunakan kondom ketika melakukan hubungan seksual
  5. Meminta pasangan menjalani tes HIV.

Risiko dan Efek Samping Tes HIV

Setiap jenis tes inti dan obat pengganti ARV maupun penunjang pasti memiliki efek samping. Begitu juga dengan tes hiv. Walaupun begitu, sebagian besar gejala yang muncul masuk kategori ringan. Ini dia diantaranya:

  1. Pusing atau sakit kepala
  2. Muncul memar kecil di area suntikan
  3. Lengan nyeri dan lemas
  4. Infeksi area suntikan

Demikianlah uraian singkat tentang pemeriksaan penunjang hiv dengan cara ampuh menaikkan cd4. Semoga menambah pengetahuan anda tentang rumitnya tata laksana gangguan imun ini. Maka dari itu, pastikan anda tidak mengalami hiv apalagi aids.

, , ,
Post Date: Thursday 22nd, August 2019 / 04:21 Oleh :
Kategori : Info HIV AIDS