Sponsors Link

8 Kelompok yang Beresiko Tinggi Terkena AIDS Wajib di Perhatikan!

Sponsors Link

Anda mungkin ingin tahu cara pencegahan AIDS untuk anda sendiri, untuk itu diperlukan perluasan pengetahuan tentang definisi HIV AIDS pada diri anda sendiri. kemudian ketahui juga lingkungan atau kelompok yang beresiko tinggi terkena AIDS. Semua ini diperlukan agar anda mampu menentukan gaya hidup dan lingkungan bergaul seperti apa yang seharusnya anda pilih.

ads

Berikut merupakan kelompok yang beresiko tinggi terkena aids yang harus anda ketahui. Silahkan jadikan sebagai referensi dan rambu-rambu pergaulan kehidupan sosial anda.

  1. Pekerja seks komersial

Kelompok yang beresiko tinggi terkena AIDS pertama ialah pekerja seks komersial. HIV merupakan suatu penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual yang dilakukan tanpa menggunakan alat kontrasepsi maupun berganti-ganti pasangan. Kehidupan pekerja seks komersial yang sering bergonta-ganti pasangan  membuat seseorang dengan pekerjaan tersebut menjadi rentan terinfeksi HIV/AIDS.

Pekerja seks komersial menjadi kelompok paling beresiko karena mereka kerap berganti-ganti pasangan.  Faktor pemicu penularan HIV melalui hubungan seks bisa terjadi karena pekerja seks komersial berhubungan seksual tanpa pengaman, berhubungan dengan oral seks, atau melakukan anal seks.

  1. Gay

Kelompok yang beresiko tinggi terkena aids berikutnya ialah gay. Gay merupakan sebutan untuk orang-orang yang memiliki kecenderungan seksual sebagai penyukai sesama jenis. Gay disebut juga dengan istilah homoseksual. Alasan kenapa gay beresiko tinggi terhadap faktor risiko HIV AIDS adalah akrena mereka akan melakukan hubungan seks dengan cara Anal seks. Penularan HIV melalui seks anal lebih  besar resikonya, hal ini dikarenakan jaringan pada anus dan vagina sangat berbeda.

Anus tidak memproduksi lubrikan seperti vagina sehingga kemungkinan terjadinya luka ketika penetrasi anal sangat mungkin terjadi.  Luka ini lah yang menyebabkan penyebaran virus HIV. Infeksi HIV juga bisa terjadi jika ada kontak antara cairan rektal pada anus. Tak seperti vagina, anus tidak memiliki sistem pembersih alami sehingga penyebaran virus pada tubuh sangat mudah terjadi.

  1. Pengguna Narkoba

Pengguna narkoba menjadi kelompok yang beresiko tinggi terkena aids terutama karena pengguna narkoba melalui jarum suntik sangat rentan terhadap resiko infeksi HIV. Penggunaan jarum suntik yang sudah terkontaminasi darah dalam konsumsi narkoba menjadi pemicu seorang pecandu narkoba terkena HIV.

Selain itu pengaruh obat-obatan tertentu dapat menimbulkan perilaku menyimpang pada seseorang seperti seks bebas tanpa alat kontrasepsi atau berganti-ganti pasangan. Hal ini sangat memicu penyebaran virus HIV pada kelompok pecandu narkoba.

Sponsors Link

  1. Orang Bertato

Penularan HIV melaui tato bisa terjadi jika saat pembuatan tato tidak menggunakan jarum yang steril. Atau melalui tinta tato yang secara tidak sengaja sudah terkontaminasi virus. Sebelum melakukan tato pastikan jarum steril.

  1. Penerima transfusi darah/ transplatasi organ

HIV bisa sebarkan melalui transfusi darah atau transplatasi organ. Meskipun resikonya sangat rendah namun hal ini bisa saja terjadi. Penyebabnya bisa karena penggunaan jarum suntik yang digunakan saat transfusi darah atau alat medis lainya yang tidak cukup steril saat digunakan untuk melakukan transplatasi organ.

  1. Ibu rumah tangga

Salah satu cara mencegah aids pada anak adalah dengan mencegah pasangan suami istri mengidap AIDS. Ibu rumah tangga juga masuk ke dalam kelompok yang bersiko tinggi terkena AIDS. Penyebaran virus HIV pada ibu rumah tangga disebabkan oleh kurangnya intervensi terhadap pencegahan penyebaran HIV/AIDS pada ibu rumah tangga. Hal ini dipengaruhi juga saat ibu dalam keadaan hamil atau saat ingin melakukan program hamil menolak untuk menjalani tes HIV/AIDS.

Penolakan ini bisanya terjadi karena rasa malu dan merasa dalam kondisi baik-baik saja. sedangkan bahaya aids mengintai di antara mereka. Karena itu dibutuhkan kerjasama dan rasa terbuka dari pihak pasangan suami istri untuk menyadari kondisi kesehatannya sendiri daripada menunggu teridentifikasi dalam kondisi terlambat.

Sponsors Link

  1. Petugas Kesehatan

Mereka yang bekerja di bidang kesehatan seperti dokter, perawat, petugas laboratotium serta petugas pembersih limbah kesehatan juga sangat berpotensi terinfeksi HIV/AIDS yang berasal dari pasien.

Beberapa hal yang dapat menjadi proses terjadinya HIV AIDS pada petugas kesehatan ialah jika petugas kesehatan tertancak jarum suntik yang dipakai pasien positif HIV secara tidak sengaja ketika bertugas. Hal lain juga bisa terjadi seperti terkontaminasi virus HIV melalui membran mukosa seperti mulut, mata, dan hidung petugas kesehatan. Karena itu  sangat penting bagi petugas kesehatan untuk menggunakan masker dan menghindari kecelakaan kerja

  1. Bayi

Penyebaran infeksi virus HIV pada anak biasanya ditularkan pada saat ibu dalam masa kehamilan dan persalinan HIV yang terjadi pada bayi baru lahir bermula saat ia bersentuhan langsung dengan cairan yang terkontaminasi. Saat ibu hamil dengan positiv HIV sebaiknya rutin mengonsumsi obat ARV untuk mengurangi resiko penularan HIV pada janin.

Begitu pula saat ibu menyusui, gejala HIV pada anak bisa terjadi karena penyebaran virus melalui ASI. Perawatan paa masa kehamilan yang dilakukan denagn tepat dapat menurunkan resiko bayi tertular HIV.

Demikian pemaparan tentang kelompok yang beresiko tinggi terkena AIDS di sekitar kita. Bila anda tidak ingin menjadi salah satunya, maka pastikan anda menjaga kesehatan dan menerapkan cara menghindari penularan HIV dengan sempurna.

, , , , ,
Post Date: Thursday 17th, January 2019 / 03:50 Oleh :
Kategori : Pra AIDS