Sponsors Link

5 Jenis Obat ARV yang Harus Anda Ketahui

Sponsors Link

Penelitian obat ARV terus berlangsung guna menemukan formula yang tepat untuk mengatasi virus HIV AIDS. Obat ARV masih bisa berkembang di tangan para ilmuwan penemu obat. Sampai akhirnya nanti benar-benar ditemukan obat untuk mengobati virus HIV AIDS.

ads

Untuk memahami jenis obat ARV, baik pasien maupun non pasien ini bukanlah hal yang tabu. Pemahaman tentang terapi HIV dengan obat ARV akan memudahkan distribusi pengetahuan tentang HIV AIDS dari seseorang ke orang lain, sehingga terjalin jaringan bersama untuk mencegah penyebaran virus HIV, dimulai dari penyebaran secara individual.

Lalu, pasien kemudian mendapatkan obat ARV yang mana efek samping obat ARV HIV juga tidak dapat dihindarkan. Meski demikian, obat ini adalah satu-satunya jalan keluar sampai hari ini. Berikut jenis obat ARV yang harus diketahui oleh semua orang.

1. ARV Nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NRTIs)

Inhibitor reverse transcriptase nukleosida, juga disebut analog nukleosida atau nukleosida, obat ini bekerja dengan cara mengganggu siklus hidup virus HIV di dalam tubuh. cara kerjanya dengan mencegah transkripsi RNA virus ke DNA.

Selama meminum obat ini, pasien dilarang untuk meminum obat-obatan tertentu karena cara beinteraksi obat bisa menimbulkanmaslaah. Misalnya obat dengan kandungan idovudine dan stavudine tidak boleh digunakan bersamaan. Begitu pula dengan zalcitabine yang tidak boleh dikombinasikan dengan ddI, stavudine, atau lamivudine.

Efek samping obat ARV FDC ini adalah menyebabkan asidosis laktat, di mana terjadi kondisi tekanan darah tinggi dan terjadi pembesaran hati. Efek samping serius bisa menyebabkan kematian.

2. ARV Zidovudine dikombinasikan dengan azidothymidine

Obat ini adalah obat antiretroviral pertama yang disetujui FDA, kombinasi ini biasa membuatnya dipanggil ARV FDC, sebuah kombinasi obat ARV yang tujuannya tentu saja untuk mengontrol virus HIV di dalam tubuh.

Kombinasi ini merupakan sinar harapan pertama ketika epidemi AIDS ditemukan. Obat ini pertama kali digunakan pada periode penting tahun 1987. Pada masa itu resep ini menunjukkan bagaimana setelah enam bulan masa pengobatan AZT berlangsung dapat secara dramatis mengurangi kematian akibat AIDS.

Biasanya obat ini juga dikombinasikan dengan lamivudine, didanosine, atau zalcitabine, namun tidak boleh dikombinasikan dengan stavudine. Dosis umum obat ini adalah satu pil 300 mg dua kali sehari. Obat dapat diminum tanpa makanan. Namun, harus dipastikan bahwa jumlah CD4 selalu stabil, karena efek CD4 rendah adalah penggunaan obat menjadi sia-sia, virus tetap merajalela.

3. ARV Didanosine

Obat ini disebut juga dengan istilah ddI, Videx, Videx EC. Didanosine disetujui sebagai obat FDC ARV untuk membantu mengatasi virus HIV. obat ini sudah disetujui sejak tahun 1991. Biasanya obat ini diresepkan bersama dengan AZT, stavudine, atau lamivudine.

Sponsors Link

Ada juga pasien yang menerima kombinasi obat Didanosine dengan obat antikanker hidroksiuria. Manfaat obat ARV jenis ini adalah dapat meningkatkan efektivitas dan efek sampingnya. Kombinasi ini harus digunakan dengan sangat hati-hati karena bisa menimbulkan sakit seperti sakit perut dan diare, serta dapat menyebabkan neuropati dan radang pankreas.

4. ARV Zalcitabine, dideoxycytidine (Hivid)

Terapi AIDS pada anak selanjutnya bisa dengan kombinasi obat ARV ini. Kombinasi obat ini dikenal juga dengan sebutan obat nukleosida. Obat ini disetujui untuk menjadi salah satu obat pengobatan AIDS dan diperbolehkan dikombinasikan dengan AZT. Dosis aman untuk pemakaiannya sendiri biasanya 0,375-0,75 mg tiga kali sehari. Obat ini pun dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Sayangnya meski dapat diandalkan untuk mengatasi penyebaran virus HIV di dalam tubuh, obat ini memiliki efek samping seperti sariawan esofagus, pankreatitis, rasa terbakar, kesemutan, dan mati rasa. Jika efek-efek seperti itu dirasakan, kami sarankan agar anda menghentikan penggunaan obat tersebut.

Cara mengobati HIV pada wanita dengan obat ini bisa diteruskan bila masih aman, gunakan dengan hati-hati agar tidak terjadi indikasi efek samping seperti yang sudah disebutkan. Utamanya ketika wanita yang mengonsumsi obat ini juga sedang hamil, sebaiknya dapatkan resep obat setelah berkonsultasi dengan dokter.

Sponsors Link

5. ARV Stavudine (Zerit)

Obat ARV Stavudine selanjutnya ialah obat nukleosida, obat ini juga direkomendasikan sebagai salah satu obat pengobatan AIDS. Pengobatan HIV pada anak tidak akan mudah, dokter memerlukan pemeriksaan menyeluruh termasuk adanya tanda-tanda komplikasi supaya bisa memberikan dosis dan kombinasi obat ARV yang tepat.

Biasanya obat dapat dikombinasikan dengan didanosin dan lamivudine. Dosis umum penggunaan obat adalah satu pil 30 atau 40 mg dua kali sehari. Obat dapta diminum dengan atau tanpa makanan. Ingat untuk mengonsumsi obat ini sesuai dengan resep rekomendasi dokter. Untuk pengobatan HIV stadium 4 membutuhkan dosis yang berbeda dan mungkin harus lebih kuat.

Demikian pemaparan tentang jenis obat ARV yang dapat diresepkan dokter kepada pasien HIV. setiap pasien akan mendapatkan resep yang bisa jadi berbeda karena disesuaikan dengan kondisi fisiknya dan perlu atau tidaknya diberikan varian jenis obat ARV yang ada. Setiap varian memiliki fungsi dan peranan yang berbeda, karena berhubungan juga dengan tanda-tanda fisik yang terjadi selama gejala awal HIV menginfeksi tubuh.

, , , ,
Post Date: Saturday 15th, December 2018 / 07:11 Oleh :
Kategori : Pengobatan