Sponsors Link

6 Gejala HIV Lanjutan yang Menandakan Dimulainya Fase AIDS

Sponsors Link

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan penyebab penyakit AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) yang telah mengakibatkan lebih dari tiga puluh sembilan juta jiwa di seluruh dunia melayang. Berbagai dampak HIV AIDS terutama dampak fisik AIDS telah mengakibatkan banyak ODHA menyerah dan kehilangan harapan untuk menjalani hidup.

ads

Apalagi di beberapa tempat yang masih sangat tertutup, konservatif, dan menganggap HIV AIDS sebagai tabu dan kutukan. Hal ini mengakibatkan banyak orang tidak ingin hidup dengan ODHA (Orang Dengan HIV AIDS)  padahal hal tersebut tidaklah berbahaya. Hidup berdampingan dengan ODHA terbukti tidak menularkan virus HIV AIDS, karena virus HIV AIDS hanya dapat menular melalui darah dan cairan intim.

Pandangan yang masih tertutup mengenai HIV AIDS ini juga yang mengakibatkan banyak ODHA (orang dengan HIV AIDS) menutup jati diri mereka, dan tidak ingin secara terbuka mengakui bahwa mereka mengidap HIV AIDS karena menginginkan ODHA hidup normal.

Ketakutan akan dijauhi masyarakat dan tidak adanya lingkungan social menyebabkan mereka mengunci rapat jati diri mereka demi mendapatkan tempat yang layak di masyarakat. Ketakutan ini juga menyebabkan banyak orang tidak ingin melakukan tes HIV AIDS, hingga gejala HIV akhirnya berkembang ke tahap lanjutan yang menandakan dimulainya fase AIDS. Apa saja gejala HIV lanjutan yang menjadi tanda dimulainya infeksi AIDS di dalam tubuh? Berikut rinciannya.

  1. Sistem kekebalan tubuh menurun

Menurunnya system kekebalan penderita HIV merupakan salah satu gejala HIV lanjutan yang menandakan fase AIDS telah dimulai. Hal ini ditunjukkan dengan semakin rentannya penderita HIV AIDS terhadap penyakit ringan seperti influenza dan demam yang bisa saja menyebabkan tubuh tidak mampu berfungsi dengan baik hingga berminggu-minggu. Sangat penting bagi para penderita HIV AIDS untuk menjaga kebersihan diri, makanan, dan lingkungannya untuk meminimalisir berbagai penyakit yang menyerang tubuh tanpa kekebalan dan imunitas mereka.

  1. Demam tinggi berulang dan terus menerus

Berbeda dengan gejala tahap awal infeksi HIV, pada penderita HIV tahap lanjut, demam yang dialami bukan sekedar demam ringan biasa yang terjadi dalam kurun waktu 3-5 hari, tetapi demam yang dirasakan adalah demam tinggi yang dapat mencapai 40 derajat. Demam ini berlangsung selama seminggu berturut-turut bahkan lebih. Pada beberapa kasus, demam tinggi yang terus menerus terjadi ini mengakibatkan kematian pada penderita HIV AIDS.

  1. Turunnya berat badan secara ekstrim

Menurunnya berat badan secara ekstrim merupakan tahap lanjutan dari gejala awal terinfeksi HIV. Pada tahap ini, tubuh tidak lagi hanya sekedar kurus, tetapi tubuh bisa dikatakan hanya kulit pembalut tulang. Umumnya, penurunan berat badan ini tidak terjadi secara langsung, melainkan secara bertahap.

Penurunan berat badan ini terlihat seperti orang yang tengah melakukan diet pada awalnya, tetapi semakin lama tubuh akan kehilangan daging dan otot, sehingga ODHA (Orang dengan HIV AIDS) menjadi sangat kurus. 

Sponsors Link

  1. Batuk terus menerus tanpa kunjung sembuh

Perlu diingat bahwa infeksi tuberculosis pada paru paru adalah salah satu penyakit paling umum menyerang para penderita HIV AIDS. Infeksi TBC ini mengakibatkan batuk kering secara terus menerus, tak jarang batuk ini disertai dengan batuk berdarah dan tenggorokan yang terluka.

Infeksi TBC yang semakin parah dan akut mengakibat semakin melemahnya tubuh penderita. Hal ini menunjukkan bahwa infeksi virus di dalam tubuh penderita HIV telah mencapai tahap lanjut, bahkan memasuki fase HIV menjadi AIDS.

  1. Munculnya jamur yang menginfeksi tenggorokan, mulut, dan alat kelamin

Berikutnya gejala HIV tahap lanjut adalah timbulnya berbagai infeksi jamur di mulut, tenggorokan dan alat kelamin. Ciri ciri HIV pada mulut tingkat lanjut, terdapat infeksi jamur candidia yang menyebabkan timbulnya lapisan putih pada mucus hingga tenggorokan, disertai dengan sariawan yang tak kunjung sembuh.

Sariawan ini muncul di bawah bibir lidah, bahkan hingga menyerang langit langit mulut. Jamur ini juga muncul di daerah kelamin penderita HIV AIDS baik laki laki maupun perempuan, sehingga menyebabkan radang dan luka kecil kecil.

Sponsors Link

  1. Mual dan muntah yang disertai dengan diare terus menerus

Seperti yang ditunjukkan pada tahap awal terserang HIV, diare kronis disertai mual dan muntah juga kembali timbul di tahap akhir terinfeksi virus HIV. Perbedaannya, jika pada tahap awal HIV diare yang terjadi tidak berlangsung lama dan terus menerus, paling lama 3-5 hari serta masih dapat disembuhkan dengan obat diare, maka pada tahap gejala HIV lanjutan, diare yang dialami penderita mampu bertahan hingga seminggu bahkan lebih lama lagi.

Tidak ada obat obatan diare yang mampu menghentikan diare pada tahap ini apalagi menyembuhkannya, sehingga tubuh penderita HIV benar benar akan kehilangan tenaga. Apalagi pada umumnya diare disertai dengan menurunnya nafsu makan.

Nah itulah enam gejala HIV lanjutan yang menandakan peralihan infeksi HIV menjadi penyakit AIDS. Sangat penting bagi anda para penderita HIV AIDS untuk memperhatikan kesehatan baik dari segi makanan, aktivitas, maupun lingkungan untuk meminimalisir masuknya bakteri dan virus penyakit lain yang akan lebih membahayakan tubuh  tanpa kekebalan serta imunitas anda. Jangan lupa untuk berkonsultasi ke dokter dan mengkonsumsi obat obatan retroviral sebagai salah satu cara melawan HIV AIDS. Semoga bermanfaat!

, , , , , ,
Post Date: Thursday 24th, May 2018 / 16:08 Oleh :
Kategori : Pra AIDS