Sponsors Link

5 Gejala Awal Penyakit HIV Pada Pria yang Harus Diwaspadai

Sponsors Link

Kaum pria termasuk kelompok yang beresiko tinggi terkena AIDS. Gejala HIV pada awalnya mirip seperti gejala flu. Gejala awal terinfeksi HIV dapat timbul dalam kurun waktu paling cepat satu sampai dua bulan setelah tubuh terinfeksi virus HIV. Gejala selanjutnya akan muncul secara bertahap dalam jangka waktu yang cukup lama.  HIV merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga gejalanya memiliki tahapan seuai tingkat keparahan serangan virus.

ads

Gejala Awal Penyakit HIV Pada Pria maupun wanita pada umumnya adalah sama,antara lain:

  1. Psoriasis

Berbagai penyakit menular seksual (PMS) dapat menimbulkan gejala ruam pada daerah penis dan selangkangan. Ruam dapat terjadi lebih awal atau terlambat terhadap perkembangan infeksi virus HIV AIDS.

Gejala awal penyakit HIV pada pria yang berupa ruam ini terlihat seperti ruam pada campak. Penyakit ini merupakan penyakit yang berupa diarea penis, akibatnya bisa membuat area penis menjadi gatal dan permukaan kulit nampak merah. Kondisi ini biasanya diikuti dengan kerusakan pada kulit dan menyebabkan terbentuknya sisik kecil yang bisa mengganggu sensitivitas penis.

Pria yang mengalami psoriasis lebih rentan mengalami disfusi ereksi, bahkan peluang mereka mengalami hambatan seksual lebih tinggi jika mengalami depresi. Pria penderita harus menerima skrining rutin untuk disfungsi seksual serta depresi. Penderita Psirosiasi akan memiliki resiko tinggi terhadap gangguan kardiovaskular.

Kondisi tersebuat dapat mempengaruhi peredaran darah di dalam tubuh, termasuk peredaran darah ke area penis. Psoriasis dapat menimbulkan rasa sakit dan rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual.

  1. Candidiasis

Candidiasis terjadi pada ujung penis dalam bentuk kulit kasar dan cenderung berwarna keputihan. Jika bagian ini ditekan maka akan mengelupas dan mengeluarkan darah yang dapat menimbulkan rasa sakit.

Gejala awal penyakit HIV pada pria yang berupa Candadiasis seringkali dipengaruhi oleh sistem imun yang lemah seperti wanita hamil, penderita diabetes, bayi serta penderita HIV karena mengarah pada bahaya AIDS. Perlu diketahui bahwa penyebab utama penyakit candadiasis ialah jamur candida.

Jamur ini tumbuh diarea lembab dan panas, seperti area genital dan area tertentu pada kulit. Pada candidiasis penis, penyebabnya termasuk hubungan seksual dengan individu yang terinfeksi, sistem kekebalan tubuh yang lemah, penggunaan obat-obatan antibiotik dan diabetes.

Cara mencegah Virus HIV berkombinasi dengan penyakit ini bisa dengan pola makan yang mendukung sistem kekebalan tubuh dan tidak tinggi karbohidrat. Kebersihan mulut dapat membantu mencegah candidiasis oral ketika orang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Candidiasis oral adalah infeksi jamr yang paling umum di mulut dan juga merupakan infeksi oral oportunistik yang paling umum pada manusia.

Sponsors Link

  1. Herpes simplex

Herpes simplex sering terjadi pada pria yang sering berhubungan seksual dengan cara yang tidak sehat dan sering berganti pasangan. Penyakit ini menyebabkan lepuhan yang cukup masif diarea penis dan menyebabkan kulit yang ada dibawahnya menjadi memerah, selain itu juga menyerang di daerah sekitar mulut dan bibir . Herpes jenis ini menyebabkan tubuh deman dan perasaan tidak nyaman lainnya.

Kondisi ini akan berulang beberapa kali sehingga diperlukan penanganan dari dokter agar tidak terjadi komplikasi. Herpes simplex dapat memiliki gejala ringan yang tidak dikenali.

Gejala paling umum sebagai gejala awal penyakit HIV pada pria adalah  tedapat luka disekitar mulut dan bibir, alat kelamin atau anus. Herpes simplex tipe-1 ditularkan melalui sekresi oral atau luka pada kulit, melalui ciuman. Sedangkan herpes tipe 2 hanya bisa ditularkan melalui kontak seksual dengan orang yang terinfeksi herpes di bagian kelamin.

  1. Pembengkakan kelenjar getah bening

Pembengkakan kelenjar getah bening menjadi tanda paling serius dari penularan dan infeksi HIV di dalam tubuh seseorang. Apabila terjadi pembengkakan pada jaringan kecil yang berbentuk bulat di area tubuh, ini menandakan bahwa sistem kekebalan tubuh kehilangan kekuatan mempertahankan kemampuannya menyingkirkan virus jahat seperti virus HIV di dalam tubuh. Terdapat sekitar 600 kelenjar getah bening yang tersebar diseluruh tubuh manusia. Kelenjar getah bening mengandung sel-sel darah putih serta antibodi yang menjadi  bagian dari sistem daya tahan tubuh.

Ketika tubuh terinfeksi virus, tubuh akan memproduksi lebih banyak sel imun. Meningkatnya jumlah sel imun dalam kelenjar limfa inilah yang menyebabkan pembesaran atau pembengkakan.

Oleh karena itu jika kelenjar limfa atau getah bening yang mengalami pembengkakan pasti menandakan adanya infeksi atau penyakit yang menyerang tubuh. Bila pembengkakan makin parah ini juga merupakan tanda gejala HIV lanjutan dengan risiko AIDS.

Sponsors Link

  1. Berat badan menurun drastis

Pada penderita HIV khususnya ketika terjadi gejala awal penyakit HIV pada pria yang berupa penurunan berat badan dapat terjadi dipengaruhi oleh penurunan sistem imun pada tubuh ODHA. Seiring berjalannya waktu kondisi kesehatan akan semakin menurun, terutama pada sistem kekebalan tubuh seseorang yang terkena HIV AIDS.

Hal ini dikarenakan virus HIV menyerang sel-sel imunitas tubuh, khususnya sel CD4. Jumlah sel CD4 akan semakin menurun, sementara sel tersebut merupakan salah satu sel penting dalam sistem imun tubuh. Penurunan berat badan akibat HIV lebih sering terjadi pada orang yang tidak melakukan pengobatan atau memiliki penyakit berat atau mengalami infeksi lain dalam tubuh.

Penurunan berat badan yang berlangsung lama dapat menjadi masalah yang sangat serius, karena tanpa nutrisi yang cukup keadaan kesehatan akan semakin memburuk. Tanpa penanganan yang tepat tubuh akan semakin sulit melawan infeksi dan sembuh dari berbagai penyakit.

Beberapa hal yang dapat menurunkan berat badan pada penderita HIV

  • Mengonsumsi obat anti HIV.

Obat anti HIV dapat menurunkan nafsu makan dan membuat tubuh menjadi sulit untuk menyerap makanan yang dikonsumsi. Akan tetapi, khusus untuk ibu hamil, anda harus berhati-hati pada efek samping ARV pada ibu hamil.

  • Terdapat luka di mulut (sariawan) dan rasa mual yang menurunkan nafsu makan seseorang.
  • Adanya diare dan berbagai gangguan pencernaan lainya dapat membuat tubuh lebih sulit menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi

Untuk mencegah berat badan menurun bisa dengan makan makanan yang mengandung CD4. Sehingga dengan mengonsumsi makanan tersebut, tidak hanya berat badan saja yang terjadi tapi juga sistem kekebalan tubuh.

Demikian pemaparan tentang Gejala HIV pada pria.

, , , ,
Post Date: Thursday 31st, January 2019 / 12:32 Oleh :
Kategori : Pra HIV