Sponsors Link

6 Gejala Awal HIV Pada Anak yang Patut Diwaspadai

Sponsors Link

Virus HIV bisa menyerang siapa saja dan lintas umur. Bahkan bayi dan anak juga menjadi sasarannya. Sekalipun kasusnya tidak banyak. WHO sebagai badan kesehatan dunia sudah melakukan kajian mendalam. Terbukti kurang lebih 4 juta terinfeksi gejala awal Hiv pada anak. Sedangkan 3 juta anak telah meninggal dunia.

ads

Sedangkan menurut survey medis, ditemukan 1500 kasus HIV menyerang balita. Sebagian kecilnya dari kalangan bayi umur satu tahun ke bawah. Atas dasar itulah pemahaman tentang aids dan tips odha hidup normal harus diketahui orang tua. Terutama soal gejala hiv bagi anak-anak.

Penyebab HIV pada Anak

HIV anak ditularkan oleh kedua orang tuanya. Sebagian besar diakibatkan oleh penyakit aids sang ibu. Penularan ini terjadi pada masa kehamilan, pasca melahirkan dan menyusui. Sedangkan virusnya sendiri, bisa ditularkan sang ayah kepada sang ibu baru dipindahkan ke anak.

Menurut narasi di atas, seharusnya pasangan suami istri harus rutin melakukan cek darah dan mengkonsumsi obat hiv tradisional. Supaya penularan bisa dicegah sejak dini. Selain itu, kepekaan terhadap segala gejala hiv pada anak, juga harus dimiliki orang tua. Karena jika terlambat, kehidupan anak jadi taruhan. Bahkan, kualitas hidupnya saat dewasa akan berantakan.

Tanda dan Gejala HIV pada  Anak

Gejala awal Hiv pada anak biasanya sudah muncul di awal infeksi. Tanda-tandanya berhenti ketika anak sudah berusia 8 tahun. Maka dari itu, jika tidak anda deteksi di tahun pertama, ke depan akan lebih sulit. Atas dasar itulah, berikut kami list gejala hiv pada anak yang harus diwaspadai, yaitu:

  1. Berat Badan Tidak Bertambah

Gejala atau tanda yang pertama adalah berat badan anak sulit bertambah. Padahal logisnya, dalam setiap bulan, perkembangan tubuh anak akan bertambah. Akan tetapi anak dengan Hiv sulit menaikkan berat badannya. Yang ada tubuh bertambah kurus.

Jika dibaca grafiknya, anak penderita hiv memiliki berat badan tidak stabil. Hal ini dikarenakan metabolisme tidak maksimal akibat terjadinya infeksi. Karena kondisi inilah, proses pencernaan makanan pencegah hiv tidak maksimal, perkembangan otot juga stagnan. Selain itu, penurunan berat badan juga dikarenakan gagal ekstraksi gula makanan menjadi protein pertumbuhan.

  1. Gangguan Perkembangan

Anak dengan Hiv berbeda dengan anak normal. Salah satunya adalah perkembangan otaknya lebih lambat. Motorik kasarnya juga tidak bekerja maksimal. Maka dari itu, anak dengan hiv cenderung sukar berdiri dan merangkak.

Gangguan perkembangan ini diakibatkan oleh berat otot yang tidak ideal. Karena sebagian besar anak dengan hiv memiliki pertumbuhan sendi, tulang yang rendah. Masalah ini akan terus berlanjut, karena anak kesulitan menaikkan BB nya. Yang ada otot semakin kecil, kemampuan motorik kasarnya juga semakin hilang. Tujuan pencegahan hiv adalah mengembalikan kemampuan tersebut.

Sponsors Link

  1. Sering Alami Sariawan

Gejala yang sama dengan hiv orang dewasa adalah anak sering mengalami sariawan. Jenis luka dan posisi juga hampir serupa. Namun, sariawan tanda HIV berbeda dengan stomatitis biasa. Karena pelakunya adalah jamur asing yang tidak jelas asal usulnya.

Biasanya gejala Hiv anak sering sariawan ini diikuti oleh gejala klinis lain. Salah satunya adalah infeksi telinga bahkan paru paru. Jika imun vct menurun terlalu jauh, gejala infeksi lebih banyak terjadi. Bahkan flu ringan pun bisa menjadi infeksi dengan standar klinis yang berbahaya.

  1. Kejang

Gejala anak Hiv selanjutnya yang harus diatasi dengan cara menghindari hiv adalah mengalami kejang. Biasanya tanda-tanda ini muncul pada saat anak berjalan. Jika biasanya kejang diikuti dengan demam, untuk tanda HIV bisa dimulai tanpa gejala apapun. Sehingga orang tua harus lebih teliti melihat perubahan syaraf tubuh anak penyebab penyakit sifilis.

Sponsors Link

  1. Ruam Kemerahan

Tanda Hiv pada anak juga terlihat pada kondisi kulitnya. Biasanya warna kulit lebih pucat dan ada bintik merah yang jelas. Gejala ini disebabkan oleh infeksi kulit akibat kuman perusak imun. Diantaranya adalah herpes zoaster dan bakteri pioderma.

Ruam pada anak ini berbeda dengan cacar air. Karena efek penyakit lebih berat serta sangat sukar untuk dihilangkan. Hal ini diakibatkan imun anak sudah terkikis. Sehingga sel kulitnya lebih mudah diserang virus dan infeksi. Jika anak mengalami gejala ini, jangan dibiarkan. Segera bawa ke laboratorium medis untuk dilakukan tes darah dan cst.

  1. Penyakit LIP

Gejala Hiv pada anak yang terakhir akibat cara penyebaran aids adalah muncul penyakit LIP. Penyakit ini singkatan dari Lymphocytic Interstitial pneumonitis. Gejala ini paling sering menimpa anak dibandingkan orang dewasa. Salah satu gejala LIP adalah anak sulit bernafas. Sedangkan cara perawatannya harus dibawa ke dokter spesialis paru-paru anak.

Itulah beberapa gejala awal Hiv pada anak dan gejala hiv lanjutan yang harus diwaspadai oleh orang tua. Jika gejala sudah muncul segera rawat anak dengan baik. Caranya adalah rujuk ke rumah sakit agar segera ditangani secara maksimal. Jangan tunggu parah. Karena Hiv penyakit mematikan yang akan membuat anda menyesal.

, , , ,
Post Date: Friday 21st, June 2019 / 07:41 Oleh :
Kategori : Pra HIV