Sponsors Link

6 Cara Penyebaran AIDS yang Sering Diabaikan Orang

Sponsors Link

Penyakit AIDS yang merupakan kependekan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi HIV didalam tubuh. AIDS merupakan penyakit kelanjutan dari infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyerang sistem kekebalan tubuh.

ads

Orang yang memiliki HIV bisa saja tidak menyadari dirinya sedang terserang HIV. Hal ini dikarenakan HIV pelan-pelan menyerang manusia selama 5-10 tahun tanpa menunjukan gejala apapun.

Ketika infeksi tidak terdeteksi dan diobati dalam jangka panjang, sistem kekebalan tubuh akan rusak secara bertahap sehingga berkembang menjadi AIDS. Berikut merupakan cara penyebaran AIDS yang sudah diperingatkan tapi diabaikan orang lain.

  1. Berhubungan seksual tanpa kondom

Cara pencegahan virus HIV ketika berhubungan seksual ialah dengan menggunakan kondom. Akan tetpai banyak orang abai menggunakan kondom saat berhubungan seksual, menjadikan cara penyebaran AIDS menjadi lebih mudah.

Virus HIV sangat mudah menular ketika seseorang melakukan hubungan seksual dengan pasanganya tanppa menggunakan alat pengaman berupa kondom. Baik kondom wanita maupun pria.

Penggunaan kondom saat berhubungan seksual tidak hanya untuk mencegah kehamilan namun juga untuk menghindari tertularnya infeksi penyakit lainnya. Pertukaran cairan saat melakukan hubungan seks akan menjadi penyebab utama virus HIV menular ke orang lain.

  1. Melakukan seks oral

Kelompok yang beresiko tinggi terkena aids ialah orang-orang yang bersedia melakukan seks oral dan anal. Kelompok ini bisa berada di antara gay atau pekerja seks komersial. Seks oral adalah salah satu penyebab lain cara penyebaran AIDS dari virus HIV jadi lebih mudah.

Melakukan hubungan seksual melalui mulut dapat menyebarkan bakteri pada mulut pada alat kelamin yang memicu infeksi HIV.  Penyebaran virus HIV pada pelaku oral seks terjadi apabila terdapat luka seperti sariawan  pada mulut.

  1. Terkena atau tertukarnya cairan vagina atau sperma

Terkena cairan vagina atau sperma tidak hanya terjadi saat melakukan hubungan seksual dengan pasangan, namun juga bisa melalui toilet umum. Berhati-hatilah saat memilih toliet umum, cairan vagina dan sperma bisa saja tertinggal saat menggunakan toilet umum dan tidak dibersihkan sampai benar-benar bersih.

Jika secara tidak sengaja anda terkena cairan vagina atau sperma dari penderita HIV maka anda bisa ikut tertular. Faktor ketidaksengajaan ini juga menjadi perhatian khusus dari faktor risiko hiv aids yang meningkat.

  1. Berbagi alat suntik dengan pengidap HIV

Penyebaran melalui alat suntik ini dikarenakan memakai jarum yang bergantian maka cairan dalam tubuh orang yang positif HIV akan menyebar ke orang lain. Hal ini sangat berbahaya karena merupakan salah satu cara penyebaran virus yang paling mudah terjadi hingga bahaya aids mengintai orang-orang yang menggunakan alat suntik.

Sponsors Link

Pemakaian jarum suntik yang tidak disterilkan terlebih dahulu menjadi salah satu penyebab penyebaran virus HIV. Penggunaan berbagai jarum suntik dalam penggunaan obat-obatan terlarang dan tertusuk alat tajam secara tidak sengaja dalam fertilitas kesehatan merupakan cara lain untuk menularkan HIV.

Proses terjadinya HIV AIDS bisa terjadi lewat pemakaian jarum suntik yang sudah tercemar HIV yang dipakai secara bergantian pada penggunaan narkoba suntikan. Melalui pemakaian jarum suntik yang digunakan berulangkali dalam penyuntikan obat, imunisasi, alat tindik, tato dan facial pada wajah bisa menjadi media peyebaran virus HIV.

  1. Ibu hamil posisitf HIV kepada bayi pada masa kehamilan dan persalinan

Hamil berpotensi menjadi cara penyebaran aids di dunia. Ibu hamil yang positif HIV berpotensi menularkan virus HIV kepada bayinya ketika hamil dan persalinan.

Penyebaran infeksi virus HIV pada anak biasanya ditularkan pada saat ibu dalam masa kehamilan dan persalinan HIV. Proses persalinan membuat bayi bersentuhan langsung dengan cairan yang terkontaminasi.

Saat ibu hamil dengan positiv HIV sebaiknya rutin mengonsumsi obat ARV untuk mengurangi resiko penularan HIV pada janin. Gejala hiv pada anak atau janin bahkan bisa muncul sejak hari pertama kelahirannya, dan hal ini juga beresiko anak mengalami cacat lahir.

Sponsors Link

  1. ASI kepada bayi

Ibu hamil yang positif HIV sebaiknya tidak memberikan asupan ASI kepada bayinya. Virus HIV bisa menyebar ke ASI, oleh karena itu ibu harus rutin mengonsumsi obat ARV untuk mencegah penyebaran virus ke bayi.

Air susu ibu  tetap mengandung virus HIV dan kemungkinan bayi untuk terinfeksi virus lewat ASI sangat besar. Seorang ibu yang terinfeksi HIV dan mengandung atau menyususi beresiko tinggi untuk menularkan HIV kepada bayinya.

Walaupun begitu , ibu yang positif memiliki virus HIV didalam tubuhnya dianjurkan untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dengan melakukan pengobatan sebagai cara menghindari penularan HIV pada bayi yang terbaik.

Tidak seperti ibu yang sehat bisa memberikan ASI hingga anak berusia 2 tahun, ibu dengan HIV positif setelah anak berusia lebih dari 6 bulan dianjurkan untuk mengonsumsi makanan lunak dan berbagai cairan sebagai pengganti ASI. Selain itu perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan bayi secara rutin, sehingga dokter dapat memantau kesehatan bayi dan mengetahui kondisi kesehatanya. Demikian penyebaran AIDS yang bisa jadi selalu diabaikan oleh orang kebanyakan.

, , , ,
Post Date: Monday 28th, January 2019 / 10:31 Oleh :
Kategori : Pra AIDS