Sponsors Link

5 Cara Menghindari Penularan HIV Yang Paling Efektif

Sponsors Link

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan salah satu penyakit paling berbahaya yang paling mematikan di seluruh dunia. Definisi HIV AIDS diartikan sebagai penyakit yang menurunkan system kekebalan tubuh sehingga berbagai penyakit lain dapat masuk dengan mudah ke dalam tubuh tanpa adanya system pertahanan dari dalam tubuh.

ads

Gejala awal terinfeksi HIV biasanya berupa timbulnya ruam ruam di kulit, demam panjang yang berkelanjutan, tubuh lunglai dan lesu, hingga tidak adanya nafsu makan yang menyebabkan menurunnya berat badan secara drastis. Pengobatan HIV AIDS saat ini masih berupa terapi ARV dan obat obatan retroviral sejenis yang hanya dapat memperpanjang usia penderita tanpa mematikan virus HIV di dalam tubuh secara penuh.

Tentu lebih baik mencegah daripada mengobati, apalagi hingga saat ini belum ditemukan obat obatan yang paten untuk benar-benar membebaskan tubuh seseorang dari HIV AIDS. Berikut cara pencegahan penularan HIV yang paling efektif untuk meminimalisir kemungkinan anda terinfeksi HIV AIDS.

  1. Hindari seks bebas dan jangan berganti-ganti pasangan

Awal mula penyakit AIDS yang paling umum disebabkan oleh seks bebas. Melakukan seks bebas diluar pernikahan adalah hal yang sangat memungkinkan anda terkena HIV AIDS, terlebih anda tidak mengetahui status orang tersebut (positif HIV atau tidak).

Orang yang melakukan seks bebas diluar pernikahan umumnya memiliki persentase 60% lebih besar untuk terkena HIV AIDS dari pada pasangan yang telah menikah. Bukan hanya itu, orang yang melakukan seks bebas di luar pernikahan umumnya merupakan orang yang suka berganti ganti pasangan.

Berganti ganti pasangan merupakan salah satu penyebab utama perkembangan HIV AIDS yang sangat pesat. Berganti ganti pasangan dari satu orang ke yang lainnya menyebabkan banyak orang dapat tertular sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Apalagi jika seks yang dilakukan tanpa pengaman sama sekali, dengan demikian cairan intim yang bisa saja mengandung virus HIV dengan mudah masuk dan menginfeksi tubuh.

  1. Cegah konsumsi narkoba, obat obatan terlarang, dan alcohol

Obat obatan terlarang dan alcohol tentu saja memiliki bahaya tersendiri. Selain menghilangkan kesadaran dan menyebabkan penggunanya ‘high’, narkoba terutama dalam bentuk suntik sangat membahayakan tubuh. Sangat penting untuk diingat, bahwa orang yang mengkonsumsi narkoba berada dalam keadaan sadar tidak sadar, antar sesamanya seringkali menggunakan jarum suntik yang sudah digunakan orang lain untuk menginjeksi obat obatan terlarang ke dalam tubuh.

Jarum suntik adalah salah satu sarana penyebaran HIV AIDS melalui darah. Darah penderita HIV AIDS yang terdapat pada jarum suntik yang tidak steril, kemudian digunakan lagi oleh orang lain, tentu saja membawa virus HIV pada ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) tersebut masuk ke dalam tubuh.

Jika sudah terinfeksi HIV AIDS, maka hampir tidak ada harapan untuk sembuh, kecuali anda melakukan tes HIV AIDS dalam waktu dini, sebelum virus HIV berinkubasi dan menyerang system tubuh anda secara menyeluruh. 

Sponsors Link

  1. Awasi penggunaan transfusi darah

Setiap pengguna transfusi darah sebaiknya menggunakan darah yang sudah lolos uji dari PMI (Palang Merah Indonesia). Bukannya anda harus mencurigai setiap donor darah yang diberikan, tetapi ada baiknya untuk mewaspadai.

Harus diingat, virus HIV dapat berkembang dalam darah. Ada baiknya meminta setiap donor darah untuk melakukan pengecekan status darah agar setiap pasien yang menerima donor darah mendapatkan darah yang benar-benar bersih dari virus HIV.

Transfusi darah memang bukan menjadi penyebab utama penularan HIV AIDS, tetapi dengan banyaknya penderita HIV AIDS saat ini, sangat penting untuk mendapatkan donor darah yang benar benar bersih dan aman sehingga kesehatan anda selalu terjaga. Satu hal lagi, selalu pastikan jarum suntik yang digunakan saat transfusi darah steril untuk meminimalisir penularan HIV AIDS.

  1. Pastikan melakukan Terapi ARV saat anda hamil

Jika anda adalah ODHA (orang dengan HIV AIDS), atau jika tubuh anda menunjukkan gejala umum HIV AIDS padahal anda tengah hamil, anda harus melakukan terapi ARV. Terapi ARV atau obat obatan anti retroviral harus dikonsumsi secara teratur oleh ibu hamil agar anak yang dikandungnya tidak tertular HIV AIDS.

Obat obatan retroviral mampu mencegah virus HIV AIDS memasuki plasenta dan menginfeksi janin di dalam tubuh sang ibu, sehingga sang bayi dapat lahir dan berkembang secara normal tanpa terserang HIV AIDS. 

Sponsors Link

Ada banyak sekali kasus dimana anak-anak dan bayi menjadi penderita HIV AIDS yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan kedua orang tua, dan ketidaktahuan orang tua sehingga penyakit HIV AIDS yang mereka derita menurun pada anak-anaknya.

Perlu diingat, daya tahan dan system imunitas anak anak dan bayi masih sangat rentan, sehingga mereka sangat mudah terinfeksi berbagai penyakit. Resiko kematian pada anak anak dengan HIV AIDS tercatat paling besar dari segala kalangan.

Demikianlah 4 cara menghindari penularan HIV yang paling efektif. Meskipun telah ditemukan cara pengobatan penyakit HIV untuk memperpanjang usia penderita, tetap saja lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? Pastikan anda menerapkan empat cara diatas untuk meminimalisir kemungkinan terinfeksi HIV AIDS. Setialah pada pasangan anda, dan pastikan selalu menggunakan pengaman dalam berhubungan seks. Safety First! Semoga informasi ini bermanfaat!

, , , , ,
Post Date: Thursday 10th, May 2018 / 02:58 Oleh :
Kategori : Pencegahan