Sponsors Link

7 Bahaya Virus Hiv yang Harus Diwaspadai!

Sponsors Link

HIV sering kali dipadukan dengan AIDS. Sebuah penyakit akibat serangan virus auto imun yang jahat. Pada tahun ini, sudah ribuan masyarakat diserang bahaya virus HIV. Jumlahnya lebih banyak dibanding tahun 2017 yang sudah mencapai 250.000 orang. Dari kalkulasi tersebut, 80.000 orang lebih menderita AIDS. Hal ini disebabkan cara penyebaran AIDS yang begitu masif.

ads

Artinya, orang yang mengalami AIDS pasti diawali gejala HIV atau Human Immunodeficiency Virus. Jika tanda-tanda ini sudah muncul, penyakit akan bersarang seumur hidup.

Perbedaan HIV dengan Aids

Di kalangan awam, istilah HIV dan AIDS sering disamakan sebagai penyebab aids pada anak. Padahal, keduanya memiliki definisi berbeda. HIV sendiri merupakan sebuah nama virus yang merusak sistem kekebalan tubuh. Nah, jika virus menyerang manusia, sistem imun tubuhnya pasti rusak. Sehingga berbagai macam infeksi muncul tiba-tiba. Salah satunya adalah AIDS.

AIDS sendiri merupakan gejala HIV lanjutan yang merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Yaitu sebuah penyakit akibat rendahnya imunitas. Salah satu penyebabnya adalah infeksi Virus HIV.

Nah, dari narasi ini, bisa dibedakan antara HIV dengan AIDS. HIV adalah nama virus sedangkan AIDS adalah nama penyakit akibat virus tersebut (HIV).

Bahaya Virus HIV

1. Infeksi Kronis

Virus HIV sangat berbahaya. Salah satunya adalah menimbulkan tanda penderita HIV kronis yaitu infeksi jangka panjang (kronis). Pasalnya, HIV akan merusak sistem kekebalan tubuh yang menjadi musuh infeksi. Diantaranya adalah mengurangi kadar sel CD4 ke batas minimal.

Karena sel darah putih ini berkurang, kemampuan imun melawan infeksi juga berkurang. Sehingga tubuh mudah diserang penyakit akibat virus. Tidak tanggung-tanggung, penyakit yang menyerang bisa datang bersamaan. Bahkan ada yang berstatus mematikan seperti kanker dan gagal ginjal.

2. Muncul Penyakit Aids

Bahaya HIV dan gejala aids pada anak yang selanjutnya adalah muncul penyakit AIDS. Ini yang paling dikhawatirkan. Karena hingga saat ini, belum ada obat yang bagus untuk menyembuhkannya.

Akan tetapi, tidak semua penderita positif HIV mengalami AIDS. Karena patokan yang digunakan adalah ukuran sel CD4. Jika darah putih ini menurun hingga 200 sel per 1 cc darah, baru AIDS menyerang. Selain itu, penderita AIDS biasa digejalai dengan kemunculan penyakit lain seperti pneumonia, kanker dan herpes zoster yang tergolong infeksi oportunis.

3. Durasi Kehidupan Lebih Singkat

Untuk sebagian kasus, AIDS penyebab penyakit sifilis tidak muncul begitu saja. Melainkan menunggu puluhan tahun pasca positif HIV untuk melakukan pengrusakan. Bahkan, ada pasien mengalami AIDS setelah 10 tahun dinyatakan terinfeksi HIV.

Walaupun begitu, jika AIDS sudah menyerang, kehidupan pasien menjadi lebih singkat. Masa hidup selama 3 tahun adalah fenomena yang paling sering terjadi. Bahkan, ada penderita AIDS yang didakwah masa hidupnya hanya tinggal 1 tahun saja.

Sponsors Link

4. Tubuh Rentan Terkena Serangan Virus

Bahaya virus HIV yang keempat adalah tubuh pasien rentan diserang virus. Yang paling sering menyerang adalah virus herpes, infeksi zoster dan masalah Toxoplasma encephalitis.

Menurut medis, virus-virus ini yang menjadi penyebab komplikasi. Seperti gagal ginjal, serangan jantung hingga liver. Alasannya adalah, tubuh ber-HIV tidak mampu lagi menahan serangan infeksi virus. Karena kadar imun sudah berkurang. Sehingga, penyakit-penyakit di atas bisa berkembang dengan mudah.

5. Menimbulkan Gangguan Otak

HIV juga menjadi penyebab gangguan pada otak. Sehingga banyak pasien yang mengalami demensia, depresi hingga gangguan psikotik yang akut. Selain itu, penyandang AIDS  juga rentan kehilangan konsentrasi.

6. Muncul Penyakit Kanker

Resiko penyandang HIV selanjutnya adalah diserang penyakit kanker. Hal ini dikarenakan, kekurangan CD4 berakibat pada kerusakan metabolisme sehingga sel tidak berkembang dengan baik.

Sponsors Link

Penyakit kanker yang disebabkan oleh HIV adalah kanker pembuluh darah. Penyakit penyebab hiv pada bayi yang menurut medis disebut sarkoma Kaposi. Gejala penyakit ini adalah warna kulit berubah menjadi ungu dan merah mudah. Sedangkan organ yang diserang bermacam-macam diantaranya ialah saluran pencernaan dan paru paru.

7. Mengalami Gagal Ginjal

Gagal ginjal merupakan bahaya HIV akibat reaksi obat arv yang terakhir. Bahkan, di beberapa kasus, pasien juga mengalami gangguan pada saluran ureter.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kalau HIV menyebabkan tubuh kehilangan kemampuan menahan serangan bakteri. Sehingga organ yang diserang mengalami peradangan ekstrem. Tentu, jika metabolisme ini menyerang ginjal, gagal ginjal adalah penyakit penyebab hiv pada remaja yang tidak bisa dicegah.

AIDS merupakan puncak dari segala penyakit. Pasalnya, gangguan imun akibat efek samping obat ARV ini, masih belum memiliki obat yang manjur. Maka dari itu, hindari segala bahaya virus HIV. Pastikan virus ini tidak bersarang di tubuh. Jika sekali terkena, kematian tinggal menunggu waktu saja.

, , , ,
Post Date: Tuesday 23rd, July 2019 / 07:53 Oleh :
Kategori : Info HIV AIDS